ESAI
TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI
ALVIN
NAUFAL JACOB
I1A017095
KESEHATAN
MASYARAKAT
ANGKATAN
2017
Sebelum kita berkenalan
lebih jauh dengan Tri Dharma perguruan tinggi, maka sebelumnya kita perlu tau
dulu definisi dari istilah ini. Kalau kita jabarkan secara bahasa, maka kita
bisa mengartikan kata-katanya satu persatu.
Tri dharma
perguruan tinggi diambil dari bahasa sansekerta. “Tri” yang artinya tiga dan
“Dharma” yang artinya kewajiban. Jika dijabarkan secara istilah tri dharma
perguruan tinggi adalah suatu asas yang dipegang oleh setiap perguruan
tinggi, baik negeri maupun swasta yang ada di Indonesia.
Setiap mahasiswa wajib dan bertanggung jawab dalam mewujudkan tri dharma tersebut. Tidak hanya mahasiswa saja, tetapi dosen-dosen yang mengajar pun wajib menjalankannya.
Setiap mahasiswa wajib dan bertanggung jawab dalam mewujudkan tri dharma tersebut. Tidak hanya mahasiswa saja, tetapi dosen-dosen yang mengajar pun wajib menjalankannya.
Yang pertama
adalah pendidikan dan pengajaran. Selama mahasiswa belajar di perguruan tinggi,
mahasiswa mendapatkan berbagai macam ilmu. Ilmu yang didapat berasal dari
sumber yang berbeda, mulai dari apa yang diajarkan oleh dosen maupun berdasarkan
pengalaman masing-masing. Tapi dalam kehidupan sosial harus ada yang namanya
proses give and take. Karena itu, mahasiswa yang telah menjalankan
masa studinya di perguruan tinggi dituntut untuk mentransfer ilmu-ilmunya
kepada masyarakat. Bangsa Indonesia ini membutuhkan kaum intelektual, yang kelak
bisa membangun bangsa ini menjadi lebih maju lagi. Dan salah satu kaum
intelektual yang jumlahnya semakin bertambah banyak adalah mahasiswa. Nah,
untuk mencetak generasi intelektual yang berbudi luhur serta memiliki sudut
pandang yang baik terhadap dunia, maka perguruan tinggi membutuhkan sistem
pendidikan yang baik. Sistem pendidikan yang baik dan komprehensif di perguruan
tinggi tentunya tidak hanya sekedar transfer ilmu dari dosen ke mahasiswanya saja.
Tapi peran mendidik pun tetap harus menjadi tanggung jawab dosen sebagai tenaga
pendidik di perguruan tinggi tersebut. Jadi amatlah tidak benar, jika ada dosen
yang lebih mengutamakan kepentingannya dibandingkan kepentingan para
mahasiswanya.
Yang kedua adalah penelitian
dan pengembangan. Sebuah artikel tidak akan menjadi artikel jika kita hanya
mengarangnya saja dan tidak menulisnya dalam bentuk kalimat. Begitu juga dengan
ilmu. Sebuah ilmu tidak akan terpakai jika tidak diaplikasikan dalam wujud nyata.
Mahasiswa yang telah melakukan penelitian diharuskan untuk mengembangkan dan
menerapkannya dengan harapan akan berguna bagi masyarakat di kemudian hari.
Selain sebagai sebuah wadah atau sistem pendidikan, perguruan tinggi pun
memiliki kewajiban untuk melakukan penelitian dan pengembangan. Terkait
ilmu-ilmu yang diampu di perguruan tinggi tersebut. Sehingga peran perguruan
tinggi tidak hanya men-transfer ilmu yang sudah tersedia saja, namun perlu
mengembangkannya lagi melalui berbagai kegiatan penelitian.
Kewajiban meneliti di
perguruan tinggi tidak hanya ditujukan kepada mahasiswanya saja, tapi para
dosennya pun memiliki kewajiban yang sama. Tapi bedanya jika mahasiswa
melakukannya sebagai syarat kelulusan dengan mengimplementasikan ilmu yang
didapat melalui penelitian, sedangkan kalau dosen menjadi prasyarat yang
terkait dengan jenjang karir. Namun tujuan utamanya tetap untuk pengembangan
ilmu yang ada dan penelitian hal-hal baru.
Yang ketiga adalah pengabdian
pada masyarakat. Pengabdian masyarakat adalah aktivitas-aktivitas yang
dilakukan untuk masyarakat dan langsung dapat dirasakan manfaatnya.
Mahasiswa-mahasiswa lulusan perguruan tinggi sengaja dipersiapkan untuk
mengabdi pada masyarakat dengan dibekali ilmu-ilmu yang cukup. Hal itu
dilakukan agar terjadi kontribusi antara perguruan tinggi dengan masyarakat.
Dari sini diharapkan masyarakat akan memberikan imbalan pada perguruan tinggi
yang dapat membantu perguruan tinggi dalam mengembangkan dunia pendidikan dan
teknologi. Siapa yang bertanggung jawab untuk mengabdi?
Yang bertanggung jawab untuk mengabdi ke masyarakat tentunya seluruh civitas
akedemika perguruan tinggi tersebut. Namun masing-masing tentunya mengabdi
dengan cara yang berbeda.
Bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, misalnya melalui organisasi-organisasi
kemahasiswaan, entah itu dalam bentuk bakti sosial, penyuluhan, pendampingan masyarakat
atau hal lainnya. Sedangkan bentuk pengabdian para dosennya bisa dalam bentuk
jurnal-jurnal penelitian yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat secara luas atau
penemuan-penemuan yang pada akhirnya membantu masyarakat.
Tri Dharma Perguruan
tinggi merupakan satu kesatuan yang saling terkait. Ketiganya akan saling
mempengaruhi. Oleh karena itu landasan pendidikan dan ilmu perlu diperkuat
dengan sistem pengajaran yang baik di kelas serta membangun budaya pendidikan
yang positif. Misalnya dengan mengembangkan budaya diskusi, sehingga sikap
kritis mahasiswa tergali. Setelah proses ini terlampaui, barulah penelitian dan
pengembangan, serta pemberdayaan masyarakat juga bisa terimplementasi sesuai
dengan harapan dan cita-cita Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dapat kita ambil contoh
implementasi kegiatan yang bermuara dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah,
dengan mengadakan penelitian kepada UKM. Pertama, kita lakukan analisis
permasalahan yang sudah lama menjadi masalah klasik. Kita umpamakan mereka
terkendala pada permodalan. Kedua, dicarikan sebuah solusi antara lain bisa
meminjam kepada pihak bank atau opsi kedua dengan membentuk koperasi dengan
menghimpun UKM yang lainya. Ketigaadalah, mahasiswa turun langsung ke lapangan
dengan membawa hasil dari penelitian dan pengkajian yang telah di hasilkan,
misalkan opsi pembentukan koperasi menjadi opsi terbaik, maka kita bentuk
bentuk bersama dan kita awasi proses berjalanya koperasi sampai benar-benar
bekerja optimal untuk menjawab masalah permodalan bagi UKM setempat. Pembinaan
tersebut bersifat kontinu pada jangka waktu tertentu menyesuaikan tujuan yang
telah di targetkan.
Namun masih
banyak mahasiswa yang belum menyadari tentang pentingnya tri dharma perguruan
tinggi. Kebanyakan dari mereka menganggap tri dharma tidak penting. Padahal
kita bukan lagi seorang “siswa” tetapi sudah menjadi seorang “mahasiswa” yang
merupakan generasi penerus bangsa. Tri dharma perguruan tinggi ada bukan hanya
untuk dimaknai saja. Sebagai mahasiswa yang baik, kita juga harus melaksanakannya
dengan sepenuh hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar